Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

2010/11/02

Sekilas Tentang KSMW

KSMW adalah satu-satunya UKM di lingkungan IAIN Walisongo yang selalu mentradisikan wacana intelektual. Membangun karkater berfikir yang progresif, merdeka dan independen. Ia mencoba membongkar tabir yang membelenggu setiap wacana hegemonik sekaligus menindas. Nalar yang dibangun bukan saja nalar buntut atau ekorisme, namun lebih dari itu, KSMW ingin membangun nalar yang diharapkan bisa menjadi peretas perubahan. Mengapa? Karena KSMW sadar bahwa di dunia ini tak ada yang benar-benar di luar, yang bereksistensi serta lepas dari wacana representasi. Apa yang benar-benar ada, sebagian besar ditentukan bagaimana ia direpresentasikan. Itulah proyek Balapikir (sebutan member) KSMW.

Bagi Balapikir KSMW, wacana tidak seremeh yang dinyatakan kebanyakan orang. Di luar sana, barangkali Anda akan menemukan banyak sarjana dan ahli ilmu terapan yang menyepelekan wacana. Sehingga, wacana bagi mereka adalah sampah yang tidak membawa perubahan, abstrak. Namun jangan lupa, perubahan dunia dimulai dari aktor intelektual yang selalu bergelut dengan wacana, pikiran.

Hanya ada dua jenis manusia yang mengantarkan dunia menuju dunia yang lain, yakni Nabi dan Filsuf. Merekalah yang selama ini mendemontrasikan peran sebagai oposan terhadap orang-orang yang ternoda pikirannya, cacat; yakni orang-orang yang dekat dengan kekejaman, kekerasan, kedhaliman dan karakter lain yang menindas sesama, merebut hak bersama. KSMW berada di jalur itu: melawan!

Namun KSMW tidak berhenti hanya di wacana. Balapikir KSMW juga beraksi, tentu dengan caranya sendiri; menebar virus kritisisme pikir, melalui diskusi, advokasi dan riset. Makanya, slogan KSMW adalah “Talk More Do More!”. Diskusi mingguan, diskusi bulanan, seminar, bedah buku menjadi agenda wajib bagi segenap Balapikir KSMW.

Bagi Balapikir KSMW, membaca buku adalah prasyarat mutlak untuk membuka cakrawala baru. Yang paling dikutuk KSMW adalah manakala seseorang pandai bersilat lidah, berbusa dalam bahasa, namun kering hakikat makna, karena terhalang kepentingan, sebagaimana para politikus penghianat atau para tokoh yang merasa benar sendiri itu. Dengan membaca buku, kita akan sadar bahwa dunia itu terbentang luas, sehingga jika yang ada di tangan kita itu hanya palu, tidak segalanya akan tampak seperti paku, sebagaimana disindir seorang Filsuf Jerman, Ludwig Witgenstein. Yang melihat segalanya seperti paku adalah orang-orang yang berhenti belajar dan berwacana. Menarik mengutip perkataan Henry Ford. Pendiri General Motors itu mengatakan: “Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in live is to keep your mind young.” Balapikir KSMW akan selalu muda karena terlibat dalam proses berpikir dan belajar secara kontinyu.

Karena proses belajar itulah, banyak dari alumni KSMW yang terbang melanglangbuana ke dunia yang menjanjikan progresifitas hidup dan perubahan sosial. Antara lain ada yang menjadi dosen, tokoh intelektual, penulis profesional, wartawan, tokoh politik, anggota DPR, pejabat eksekutif, pengusaha, hingga tokoh pergerakan yang disegani. Makanya, tidak jarang acara yang digelar KSMW terselenggara atas kerjasama dengan lembaga-lembaga berpengaruh, baik lokal maupun nasional, berkat jaringan alumni yang cukup luas.

Hanya satu untuk menjadi aktor pembelajar, yaitu berani berpikir sendiri, atau dalam bahasa Immanuel Kant: “Sapere Aude!”. Bebas berpikir kadang dianggap ancaman, padahal dengan otonomi pikir, kita akan menemukan perubahan. Salam idealisme!
Diposkan oleh KSMW Walisongo di 20.29
0 komentar:

Poskan Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Pengikut
Arsip Blog

* ► 2010 (3)
o ► November (1)
+ Dekonstruksi Budaya Laten Korupsi
o ► Maret (2)
+ daftar para finalis lamera sejawa, bali dan madur...
+ LOMBA MENULIS ESAI REMAJA (LAMERA) ANTAR PELAJAR S...

* ▼ 2009 (5)
o ▼ September (3)
+ Berselancar Intelektual
+ Pegurus
+ Sapere Aude
o ► Juni (1)
+ PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS ARTIKEL ILMIAH K...
o ► April (1)
+ Lomba Manulis Artikel Ilmiah antar Pelajar SLTA Se...

Mengenai Saya

KSMW Walisongo
Semarang,, Iain, jawa Tengah, Indonesia
Konsen dalam Kajian Filsafat, Agama , Budaya, Dan Politik

Dekonstruksi Budaya Laten Korupsi

Oleh M Abdullah Badri

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi gelisah dengan penemuan fenomena korupsi mengendap dalam wajah politik kepemimpinan negeri ini. Fakta menunjukkan, dari 524 kepala daerah, 125 antara lain terjerat kasus korupsi. Itu artinya, hampir seperempat para pemimpin negeri ini koruptor. Hasil penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan keprihatinan serupa. ICW melansir data kerugian negara akibat korupsi dengan modus utama penyalahgunaan anggaran di sektor keuangan daerah senilai Rp596,23 miliar.

Meski data dari latar kepemimpinan politik tetapi semua paham korupsi sudah menjadi virus endemik mengendap dalam alam bawah sadar manusia. Akibat korupsi, imajinasi tentang masa depan bangsa hangus dalam pesimisme dan keberantakan moral. Investor pun harus berpikir dua kali memasukkan modal karena khawatir tak akan selamat menggapai keberuntungan.

Bung Hatta sejak era 1970-an telah berulang kali mengingatkan satir laku korupsi yang sudah menjadi budaya. Artinya, secara antropologi, korupsi telah memiliki masyarakat sendiri dan diyakini sebagai suatu kebenaran eksklusif. Ia sudah menjadi bagian dari cipta, rasa dan karsa yang seolah-olah telah mendapatkan legitimasi hukum (rekayasa Undang-undang), birokrasi (dibenarkan secara administratif) dan politis (mendapatkan dukungan kuat).

Karena itulah, korupsi, meskipun aksi mengambil yang bukan hak, bisa secara terang-terangan dan berkomplot. Tidak seperti pencuri, pencopet, penipu kacangan, ketika beraksi, harus sembunyi-sembunyi. Hukuman juga tidak sebanding dengan para koruptor.

Di Indonesia, belum ada koruptor yang dihukum mati. Namun, betapa banyak para pencuri ayam di kampung-kampung dan gang-gang sempit penduduk miskin yang terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan, harus menahan sakit amukan massa dan bahkan berakhir kematian.

Sungguh miris melihat ketimpangan penegakan hukum koruptor dengan penjahat kriminal kelas teri lain. Padahal, jika melihat korupsi sebagai pidana kriminal, ia menyimpan tumpukan motif kejahatan lebih besar. Korupsi bukan hanya mencuri harta, juga merupakan tindakan penggelapan, perampokan, pengkhianatan dan disintegrasi nilai-nilai luhur kehidupan.

Dari aspek kepemimpinan, korupsi dekat dengan apa yang disebut pengkhianatan dan suap. Korupsi bisa lancar karena pelaku tidak dapat dipercaya dan bermental pengkhianat amanat publik. Selain itu, lenggang bebas para pelaku korupsi dari jeratan hukum karena tahu bagaimana cara menyuap kepada pihak-pihak tertentu dengan baik berlandaskan asas saling menguntungkan.

Dilihat dari aksi, korupsi dekat dengan tindak pencurian. Bedanya, kalau pencuri mengambil barang curian dari laci atau berangkas, korupsi bisa hanya mengubah aturan yang menguntungkan lolos aksi korupsi dari sanksi hukum. Ini tentu tidak bisa dilakukan bila jarak kepemimpinan publik dengan kekuasaan politik amat jauh. Atau paling tidak pelaku melek hukum untuk menghindari sanksi pidana korupsi kelak.

Dari aspek manipulasi, korupsi berdekatan dengan penggelapan amanat uang publik (APBD/APBN). Uang publik seharusnya digunakan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemaslahatan umum ditilap demi kepentingan personal, kelompok dan politik yang merugikan. Namun, lebih dahsyat bila melihat korupsi dari aspek dampak. Bukan hanya negara yang menderita kerugian. Masyarakat yang sejatinya sang empunya uang publik dan diserahkan pengelolaan kepada pengemban amanat publik, dikhianati secara moral dan dirugikan secara politis, ekonomis dan sosial. Bila perampokan paling banter hanya memakan korban orang yang dirampok, korupsi lebih luas dari itu. Masyarakat yang tidak berdosa juga kena dampak. Karena itu, korupsi bisa dikatakan lebih kejam dari perampokan.

Dekonstruksi

Korupsi yang sedemikan jahat dan menyeramkan itu, tetap dilakukan oleh sebagian besar para kepala pemerintahan daerah dan corruption society (masyarakat pengiman korupsi). Karena sudah menjadi bagian laku dan tata nilai yang diamini bersama. Presiden SBY dalam setiap kesempatan juga selalu menjadikan korupsi sebagai garapan utama. Toh demikian, hingga kini, fenomena korupsi tetap menempati posisi utama dalam pelanggaran politik serta aturan UU yang digariskan. Saya yakin, kepala daerah yang terjerat kasus korupsi mengetahui tata hukum perundang-undangan. Justru, karena motif untuk korupsi itu mencapai tahap "kerelaan" psikologis yang tinggi dari pelaku, dia tak sungkan malapraktik hukum itu. Satu jawaban: karena korupsi sudah menjadi budaya politik para pemimpin negeri ini. Karena itulah, budaya korupsi harus didekonstruksi agar tak mengalami eskalasi (deeskalasi).

Pertama, harus dilakukan memberantas budaya kultus paternalisme di kalangan para pemangku jabatan publik. Dalam jabatan berbasis karier (berakhir pensiun) dan politik (terbatas masa abdi) yang melahirkan senioritas acap kali menimbulkan rasa sungkan dan perilaku ewuh pakewuh. Hingga, dialog saling mengingatkan, menegur dalam kebaikan bersama, tidak terbangun. Akhirnya, iklim permisif tak bisa dihindarkan. Itu dimaklumi bawahan lalu ditiru pada masa berikutnya serta seterusnya.

Kedua, memberangus budaya hadiah atau "amplop". Korupsi bisa kian subur salah satu karena budaya memberi hadiah berkembang tak tertahan. Padahal, hadiah yang diberikan kepada orang yang memiliki wewenang publik telah mengalami reduksi makna. Demi lancarnya kepentingan dan menjaga saling pengertian. Ketiga, menghindari ketergantungan komunalisme. Sikap bergantung kepada "komunitas kolektif", entah partai politik, ormas atau kelompok telah membuat banyak pemangku kebijakan merasa berhutang jasa. Hingga, setiap keputusan yang dikeluarkan dalam wewenang tidak bisa mandiri dan merdeka. Jadi, praktik menyimpang yang dianggap sebagai bagian praktik komunal. Korupsi seakan tak apa dilakukan jika hal itu membuat banyak orang merasakan "keuntungan" dari wewenang.

Keempat, menghabisi sikap instan, permisif dan hedonis. Korupsi terjadi karena kesadaran nilai bekerja keras dan tepat kurang menjadi perhatian. Prosedur pun disunat untuk mencapai efektivitas hasil besar dengan usaha dan modal relatif kecil. Para koruptor adalah orang-orang yang tak memiliki jiwa wirausaha tinggi. Maunya banyak untung, tapi main "sunat-sunatan."

Budaya-budaya yang melestarikan praktik korupsi harus didekonstruksi melalui mekanisme politis, hukum, edukasi, sosial dan kultural. Dalam korupsi, ada banyak nilai kejahatan yang merugikan tata hukum, politik, masyarakat sosial, adat, moral, agama dan merugikan kepentingan publik. Ironisnya, dilakukan pejabat publik.

M Abdullah Badri, mantan Direktur KSMW 2009
(Dimuat Jurnal Nasional, 3 November 2010)

2010/03/31

Daftar Para Finalis Lamera Se-Jawa, Bali dan Madura

Pengumuman Lomba Menulis Esai Remaja dengan Tema “Solidaritas dan Etika Remaja” Se-Jawa, Bali dan Madura oleh Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) IAIN Walisongo Semarang 2010

NOMINATOR LOMBA ESAI:

Amiratun Arini (MAPK MAN 1 Surakarta) “MPR (Menyikapi Penyimpangan Remaja)”
Dian Laras (SMA 12 Semarang) “Membangun Solidaritas dan Etika Remaja dalam Bingkai Agama”
Dwi Ariska (SMK Diponegoro Banyuputih, Batang) “Moralitas Remaja Dulu dan Sekarang”
Mochammad Afrizal Lutfi (SMA Negeri 1 Purwokerto) “Hitam Putih Solidaritas Remaja”
Moh. Kholil Aziz SN (MA. Mambaul Ulum Bata-Bata, Madura, Jawa Timur) “Islamisasi Remaja dalam Beretika”
Nurul Inayah (MA Darul Ulum Purwogondo, Jepara) “Solidaritas dan Etika Remaja Dalam Era Globalisasi”
Rizal Tawakal Alya (SMA Negeri 1 Demak) “Remaja Beretika, Sukses Keluarga dan Sahabat”

NB:
1. Nama tidak disusun sesuai peringkat, hanya berdasarkan urutan abjad
2. Para nominator akan dihubungi panitia lomba dan mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri pada 3 April 2010 di IAIN Walisongo Semarang
3. Tidak diadakan surat menyurat dan keputusan merupakan hasil final, tidak bisa diganggu gugat

2010/03/14

LOMBA MENULIS ESAI REMAJA (LAMERA) ANTAR PELAJAR SE-JAWA, BALI DAN MADURA OLEH KELOMPOK STUDI MAHASISWA WALISONGO (KSMW) IAIN WALISONGO SEMARANG

Dalam Rangka Dis-Natalis IAIN Walisongo Semarang ke-40, bersamaan dengan peringatan kelahiran KSMW ke-24, Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) menyelenggarakan Lomba Menulis Esai Remaja (LAMERA) antar Pelajar SLTA (SMA/MA/SMK/Sederajat) Se-Jawa, Bali dan Madura.

Tema:

“Solidaritas dan Etika Remaja”

Ketentuan:
1. Esai merupakan karya asli, yang belum dipublikasikan media massa (cetak, elektronik) ataupun dalam bentuk buku.
2. Panjang tulisan 5-7 halaman (A4, spasi: 1,5) menggunakan font Times New Roman.
3. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sertakan pula referensi dan kutipan (foot note atau end note)
4. Karya dikirim dalam bentuk print out atau soft file ke Sekretariat KSMW: Jl. Prof. Dr. Hamka Km 02 Gedung PKM, Lantai II, Kampus III, IAIN Walisongo, Ngaliyan Semarang 50185 atau via email: ksmwali9@gmail.com. Paling lambat diterima panitia pada Minggu, 28 Maret 2010. Pengumuman pemenang: 1April 2010.
5. Sertakan identitas penulis secara singkat (nama lengkap, asal sekolah, kelas, jurusan, alamat surat, telephon, email) yang ditulis terpisah dengan naskah tulisan yang dikirim.
6. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.
7. Pengirim masih berstatus pelajar, terhitung sejak pengiriman, dibuktikan dengan cetak scan Kartu Tanda Siswa (KTS) sekolah/madrasah bersangkutan.

Hadiah:
Juara Pertama : Rp. 1.500.000, 00
Juara Kedua : Rp. 1.000.000, 00
Juara Ketiga : Rp. 750.000, 00


Bagi Juara 1, 2 dan 3 akan mendapatkan beasiswa bila bersedia mendaftar kuliah di IAIN Walisongo Semarang.

NB:
10 finalis terbaik akan dimumkan di website KSMW (ksmwali9.blogspot.com) dan Facebook KSMW (Intelektual KSMW). 60 persen penilaian diambil dari orisinalitas ide, sementara 40 persen lebihnya dari kualitas naskah. Informasi lengkap, call: Khoirul Anam (089 667 818 193) dan Nasrul Umam (085 727 728 583).

2009/09/02

BERSELANCAR INTELEKTUAL

Mau Berselancar Intelektual??


Selama satu semester 2009, ketika Direktur anyar, M. Abdullah Badri, terpilih pada 14 Februari 2009, ada beberapa agenda yang berhasil dilaksanakan. Setelah pengurus baru dilantik pada 30 Maret 2009, bertempat di ruang laboratorium Fakultas Dakwah IAIN Walisongo, KSMW langsung tancap gas melaksanakan agenda yang telah ditetapkan. Dengan slogan menantang: Talk More do More, pada 7 April 2009, balapikir KSMW langsung melakukan rekreasi intelektual dengan mengadakan diskusi mingguan pertama, berlangsung tiap Selasa Sore, di area wisata intelektual; parkiran depan masjid kampus III IAIN Walisongo. Pada kesempatan itu, dihadirkan Tedi Kholiluddin SHI, MSI, sebagai pembicara dengan tema “Islam dalam Historisitas Tradisi Jawa”. Tak lama kemudian, 14 April 2009, seminar nasional budaya dengan tema “Strategi Budaya Mempertahankan Kedaulatan Bangsa” berhasil diselenggarakan. Tidak tanggung-tanggung, acara yang menghadirkan pembicara Dr. Saifur Rohman (doktor filsafat UGM) dan Suma Miharja (peneliti kebudayaan Cina) itu sukses diselenggarakan atas kerjasama dengan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) Jakarta.

Aktivitas tak berhenti di situ. Kendati KSMW disibukkan dengan agenda-agenda yang cukup banyak, namun kegiatan mengasah kemampuan intelektual tetap berlanjut. Diskusi tetap berjalan rutin, mingguan maupun bulanan (publik). Tanggal 21 April 2009, KSMW menggandeng Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Semarang untuk mengadakan diskusi publik dengan tema seksi: Mengurai Benang Kusut Liberalisme Indonesia. Karena sibuk dengan kegiatan akademik (mid semester), pada Bulan Mei, kegiatan KSMW hanya difokuskan pada pengembangan wacana politik, sosial dan budaya dalam rangkaian diskusi mingguan. Namun di tengah kesibukan membaca kosmos itu, pada 16-17 Mei 2009, KSMW kedatangan tamu dari STAIN Purwokerto. Komunitas yang datang dari daerah yang terkenal dengan ngapak-ngapak itu bernama Kelompok Studi Islam dan Kemasyarakatan (KSIK). Mereka ingin belajar kepada KSMW tentang strategi pengembangan intelektual di kalangan mahasiswa. Pertemuan itu membuat mereka kagum betapa sampai sekarang ini ternyata wacana pikir telah berkembang demikian pesat. Mereka mengajak berdiskusi tentang pemikiran Islam, filsafat dan gender. Dengan bangga, KSMW menyambut hangat. Apalagi di antara rombongan terdapat mantan direktur KSMW 1999, Kholilurrahman, M. Ag, yang juga menjadi staf pengajar di sana.

Setelah dipersiapkan selama dua bulan, sejak pertengahan April hingga akhir Mei 2009, agenda KSMW berikutnya adalah menyelenggarakan Lomba Menulis Artikel Ilmiah (LMAI) antar pelajar SLTA Se-Jawa Tengah. Pada kesempatan itu, ada 94 naskah dari seluruh SLTA di Jawa Tengah yang mesuk kepada panitia untuk ikut diseleksi. Dari sekian naskah itu, diambil tujuh juara. Mereka diundang untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri pada 18 Juni 2009 bertempat di Auditorium kampus III IAIN Walisongo. Pememang pertama diraih dari Kabupaten Magelang (SMK Muhammadiyah Bandongan), menyusul Kudus (MA Muallimat) dan kemudian Kendal (SMA Negeri 2). Ini adalah salah satu bukti bahwa KSMW juga melihat peluang pengembangan intelektual di kalangan siswa.

Setelah bersibuk ria menyukseskan agenda-agenda besar selama masa aktif semester genap 2009, menjelang liburan semester, pada 5-6 Juli 2009 balapikir KSMW berekreasi ke situs budaya dan wisata internasional, Candi Borobudur, Magelang. Meskipun refresing, namun tetap dalam kemasan intelektual. Datang ke Candi peninggalan Kerajaan Saylendra itu bukan hanya untuk melihat-lihat ornamen eksentriknya belaka, namun juga merefleksi nafas kesejarahan Candi yang juga terdapat situs Manohara itu. Makanya, perjalanan selama satu hari satu malam itu disebut dengan Camping Intelektual. Selain untuk mengakrabkan antar anggota, camping tersebut juga bertujuan untuk mengenal situs peninggalan dunia dengan melihat dan merefleksikannya secara langsung. Jeng-jeng bersama dalam satu bus menjadi penutup agenda KSMW semester genap 2009.

Lalu, apa lagi egenda dalam semester depan? Tenang, matrikulasi program KSMW 2009 masih menantang untuk diikuti. Di bulan Ramadhan, tentu puasa tetap jalan. Perut lapar tidak menghalangi niat untuk terus belajar. Buka bersama harus ada. Manfikannya sama artinya siap mendapat damprat dari balapikir yang lain. Agar tetap bermakna, buka puasa bersama didahului minum dan diskusi. Itu bagian dari kontinuitas diskusi mingguan.

Apa yang terjadi setelah lebaran? Yang pasti KSMW akan mengadakan Seleksi Penerimaan Anggota Muda KSMW (SAPA MUDA) yang dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan pelatihan anggota yang disebut Training for Social Analysis (Trafsa). Ada juga tawaran dari beberapa penerbit dan percetakan untuk menyelenggarakan bedah buku serta seminar yang tak kalah menarik. Bagi mahasiswa baru yang berminat mengikuti dasar penelitian bisa bergabung menjadi new member. Ingat, hanya 30 orang yang akan diterima sebagai anggota. Manfaatkan kessempatan ini sebaik-baiknya. Hanya orang-orang yang mendapatkan “hidayah” yang hendak berjuang dan mengembangkan diri di KSMW. Yang tertarik, bisa mengirimkan artikel tentang Islam dan Terorisme (6000 karakter) serta identitas diri lengkap ke email: ksmwali9@gmail.com atau bisa menghubungi 08995859921 (Abdalla) dan 085740715981 (Adib). Ditunggu paling lambat 17 Oktober 2009. Salam idealisme!

PENGURUS KSMW

SUSUNAN PENGURUS KELOMPOK STUDI MAHASISWA WALISONGO (KSMW) IAIN WALISONGO SEMARANG PERIODE 2009-2010.

SUPERVISOR: Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A, Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A, Dr. H. Abu Hapsin, M.A., Dr. Ilyas Supena, Muhsin Jamil, M.A., Zainul Adzvar, M.Ag.
LITBANG: Tedy Kholiluddin, S.H.i, M.S.i, Rusmadi, S.Th.i., Iman Fadhilah, S.H.i., Evi Lestari, S.H.i., M. Ikrom, S.H.i., Najiburrahman, S.H.i., M. Nasruddin, S.H.i.

DIREKTUR: M. Abdullah Badri, c.S.Th.I., SEKJEND: Albab Adib Muhammad, c.S.P.d.I, WAKIL DIREKTUR: M. Royani. c.S.H.i, BENDAHARA: Arifah Pujianti, c.S.Sos.i. DEPARTEMEN PENGKADERAN DAN WACANA: Hamdani (Kord.) Ibn Munif, Khoiruddin, Kerwanto, Azzah Nur Laila, Shofa Sarira, Hijriyah, Husnur Rahman, Abdul Ro’uf, Ali Shodiq, Ahmad Farikh. HUBUNGAN MASYARAKAT: Ahnafuddin (Kord.) Mukarom, Sonhaji, Fejrian Yazdajir Iwanebel, Ahmadi Fathurrahman, Farid, Nasrullah, Ulin Nihayah, M. Awaluddin. Penerbitan:Puji Lestari Ahdilia (Kord.) Roh Agung, Zainal, Misbah KZ, Qutfi Mu’arif, Richa Miskiyya, Maurisa Zinira, Abdul Jali, Usfiyatul Marfu’ah, Munirotul Hazanah.SEMI OTONOM 2008: Wawan Gunawan (Kord.) Khoirul Anam, Mu’arrifatun, Dawam, Dedy Gunawan, M. Elfas, Munfadlillah, Nur Hayati, Mas’udan, M. Nur, Nila Saniyah, Nurul, Rosita, Abdurrahman, Zubaidah, Surya Setiani, Rohma Istiana, Siti Annisa.

2009/06/09

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS ARTIKEL ILMIAH KSMW 2009

Berikut adalah nama-nama finalis Lomba Manulis Artikel Ilmiah antar SLTA Se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) IAIN Walisongo Semarang:

  1. M.F Vita Angela (SMA Bruderan Purworejo)

  2. Mohammad Abdul Rouf (SMA Negeri 1 Demak)

  3. Masha Maddu Rahayu (SMA Negeri 1 Blora)

  4. Shiva Fauziah (MA Nahdlatul Ulama’ Muallimat Kudus)

  5. Nur Santi (SMA Negeri 2 Kendal)

  6. Siti Nur Chasanah (SMA Negeri 2 Kendal)

  7. Ike Meisari Silfana, Ima Wuni Wulandari, Riva Ayu Primaningsih dan Budiman (SMK Muhammadiyah Bandongan Magelang)

Karya mereka adalah yang terpilih dari 94 naskah siswa SLTA di seluruh Jawa Tengah yang masuk ke panitia sejak 24 April hingga 3 Juni 2009. Pada tangal 18 Juni, mereka akan diundang untuk mempresentasikan karya di hadapan Juri. Bertempat di Auditorium II Kampus III IAIN Walisongo Semarang.

2009/04/26

Lomba Manulis Artikel Ilmiah antar Pelajar SLTA Se-Jateng

Untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar, Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) IAIN Walisongo, bersamaan dengan peringatan kelahiran yang ke-23, menyelenggarakan Lomba Menulis Artikel Ilmiah antar Pelajar SLTA (SMA/MA/SMK/Sederajat) Se-Jawa Tengah.

Tema Pilihan:

1. “Hedonisme dan Remaja”

2. “Seni yes, Narkoba No”

3. “Internet bagi Pelajar”

4. “Membangkitkan Jiwa Nasionalisme”

5. “Menjadi Pelajar Kreatif”

Ketentuan:

1. Tulisan merupakan karya asli, yang belum dipublikasikan media massa (cetak, elektronik) ataupun dalam bentuk buku.

2. Panjang tulisan 8-17 halaman (A4, spasi: 1,5) menggunakan font Garamond.

3. Tulisan bersifat ilmiah: menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menggunakan referensi dan kutipan (foot note atau end note) disertai analisis kritis, obyektif dan aktual, bukan normatif-deskriptif.

4. Karya dikirim dalam bentuk print out dan soft file ke Sekretariat KSMW: Jl. Prof. Dr. Hamka Km 02 Gedung PKM, Lantai II, Kampus III, IAIN Walisongo, Ngaliyan Semarang 50185 dan via email: ksmwali9@gmail.com. Paling lambat diterima panitia pada 3 Juni 2009, pukul 16.00 wib. Pengumuman pemenang: 10 Juni 2009.

5. Identitas penulis (nama lengkap, asal sekolah, kelas, jurusan, alamat surat, telephon, email) hendaknya ditulis terpisah dengan naskah tulisan yang dikirim.

6. Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah, dengan tema yang sama ataupun tidak.

7. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.

8. Naskah yang masuk dan tidak masuk nominasi, akan mendapatkan penilaian dan komentar balik dari panitia via email.

9. Pengirim masih berstatus pelajar, terhitung sejak pengiriman, dibuktikan dengan cetak scan Kartu Tanda Siswa (KTS) sekolah/madrasah bersangkutan.

10. Yang tidak memenuhi kriteria di atas, akan didiskualifikasi.

Hadiah:

Juara Pertama : Rp. 500.000,-

Juara Kedua : Rp. 350.000,-

Juara Ketiga : Rp. 250.000,-

Tujuh juara harapan lain akan mendapatkan setifikat dan uang pembinaan.

NB:

10 finalis terbaik akan dihubungi panitia, diundang untuk mepresentasikan karyanya di hadapan dewan juri dan panitia. 60 persen penilaian diambil dari kualitas karya tulis, sementara 40 persen lebihnya dari presentasi. Informasi lengkap, call: M. Abdullah Badri (085 226 b228 507) dan M. Royani (085 223 526 953).